Nikita Mirzani dukung Pangdam Jaya untuk mencopot baliho Habib Rizieq

Tiensamedia – Artis Nikita Mirzani turut mengomentari penurunan baliho Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab oleh Pangdam Jaya.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menginstrusikan untuk mencopot baliho Habib Rizieq, dimana artis Nikita Mirzani ikut mengomentari pencopotan baliho tersebut.

Lewat akun Instagram miliknya, Nikita Mirzani setuju dengan penurunan baliho Habib Rizieq yang tengah menyedot perhatian publik tersebut.

Tidak hanya itu, Nikita Mirzani pun tampak setuju dengan pernyataan Pangdam Jaya  Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang mengatakan, bila perlu FPI dibubarkan saja.

“Hidup NKRI Harga Mati,” tulis Nikita Mirzani dengan huruf kapital dalam unggahan tersebut. Jumat (20/11)

Unggahan Nikita Mirzani tersebut telah disukai oleh puluhan ribu orang dan dibanjiri berbagai komentar.

“Kan sudah dari dulu gak taat hukumnya Pak. Kenapa bilang kalau perlu bubarkan saja?” ujar @papa****.

“Jangan cuma dibubarkan, tapi diblacklist nama-nama yang ada di dlaam struktur organisasi ormas tersebut. Jika dibuat lagi dengan nama baru tapi struktur organisasi sama, bisa langsung dipidana,” balas @amer*****.

“Bubarkan saja, mengganggu sekali,” timpal @eden*** setuju dengan Nikita Mirzani.

Dalam foto berita tersebut disebutkan bahwa Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman akan membubarkan FPI. FPI yang dibentuk Habib Rizieq tersebut dianggap justru membuat warga tidak aman dan nyaman.

Pada unggahan sebelumnya, ibu tiga anak itu juga mengunnggah foto surat keterangan FPI yang menjelaskan alasan Habib Rizieq harus istirahat sementara. “Kenapa semua orang kalau dipanggil polisi sakit? Kecuali gue…,” tulis Nikita sebagai keterangan foto.

Perlu diketahui,  Mayjen TNI Dudung Abdurachman menegaskan perihal penurunan baliho bergambar Habib Rizieq Shihab oleh pria berpakaian loreng adalah perintah dari nya

Dudung mengatakan kalau sebelumnya baliho-baliho itu sempat diturunkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) namun kembali dinaikkan. Akhirnya ia pun keluarkan komando untuk menurunkannya kembali.

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq itu perintah saya. Karena beberapa kali Satpol PP menurunkan dinaikkan lagi. Perintah saya itu,” kata Dudung di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11)

Dudung menekankan, pemasangan baliho itu tidak bisa sembarangan. Pemasangan baliho ada pajak reklame harus dibayarkan dan tidak bisa sembarang tempat.

Bahkan ia menganggap FPI bisa saja dibubarkan apabila menentang segala tindakan yang dilakukan oleh TNI. Dudung merasa kalau organisasi massa berbasis Islam itu bertindak sesuka hati.

“Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja. Kalau macam-macam dengan TNI, mari. Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur suka-sukanya sendiri, saya katakan itu perintah saya,” tutur Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *